Selasa, 27 Mei 2014

Morfologi Ordo Odonata

Entomologi adalah ilmu yang mempelajari tentang serangga (Jumar, 1997). Ilmu ini merupakan suatu studi yang terorganisasi untuk memahami fase kehidupan serangga dan peranannyan di alam. Serangga merupakan hewan yang dominan di muka bumi sekarang ini.
Serangga terdiri atas beberapa bangsa (ordo), antara lain bangsa kumbang (ordo coleoptera), bangsa kupu-kupu (ordo lepidoptera), bangsa belalang (orthoptera), bangsa tabuhan ( ordo hymenoptera), bangsa kepik (ordo hemiptera) (Jumar, 1997). Tiap bangsa atau ordo tersebut memiliki ciri khas  baik dalam bentuk, ukuran maupun cara hidup.

Untuk melihat karakteristik dari Ordo Odonata dapat diambil salah satu contoh dari ordo ini yaitu capung dan capung jarum.
Pada waktu dewasa capung dan capung jarum mudah dikenali yaitu dengan ciri-ciri :
1.      Keempat sayap adalah memanjang.
2.      Banyak rangka-rangka sayap, dan berselaput.
3.      Mata majemuk besar dan berfaset banyak dan seringkali menempati hampir seluruh kepala.
4.      Toraks relatif kecil dan kompak (protoraks selalu kecil dan dua ruas toraks lainnya membentuk hampir seluruh toraks).
5.      Permukaan dorsal pterotoraks, antara pronotum dan dasar sayap trbentuk oleh sklerit-skelerit pleura.
6.      Sungut sangat kecil dan seperti rambut.
7.      Abdomen panjang dan langsing.
8.      Sersi tidak beruas dan berfungsi sebagai organ-organ pendekap pada yang jantan.
9.      Bagian-bagian mulut adalah tipe penggigit, dan mengalami metamorfosis sederhana.
10.  Tungkai terarah ke depan sehingga mudah menangkap mangsa dengan mencengkeramnya dibagian sayap.
11.  Tempat kepala dikaitkan pada dada, ditumbuhi jumbai-jumbai bulu kejur halus.
Pada serangga umumnya ordo Odonata terbagi menjadi tiga bagian utama yang terdapat di luar yaitu kepala (caput), badan/dada (toraks), dan perut (abdomen).




















Oval: 7

















Oval: 4




Gambar II a. Morfologi Luar Capung (dengan modifikasi).
 (sumber: http://www.kaskus.us,  diakses April 2011)
 














Keterangan gambar:
1.      Caput (kepala)
2.      Mata
3.      Toraks (dada)
4.      Kaki
5.      Abdomen (perut)
6.      Cauda (ekor)
7.      Sayap

Penjelasan alat luar tubuh capung, yaitu :
1.      Kepala (caput)
Bentuk umum kepala berupa struktur seperti kotak. Pada kepala terdapat alat mulut, antena, mata majemuk, dan mata tunggal (osellus). Dan secara rinci bagiannya adalah antiklepeus, sungut, mata majemuk, labium, mandibel, maksila, mata tunggal, oksiput, postklipeus, postgena dan verleks. Permukaan belakang kepala sebagian besar berupa lubang (foramen magnum atau foramen oksipitale). Melalui lubang ini berjalan urat saraf ventral, trakea, sistem saluran pencernaan, urat-daging, dan kadang-kadang saluran darah dorsal.
a)Antena
Mempunyai sepasang antena yang terletak pada kepala dan biasanya tampak seperti benang memanjang. Antena merupakan organ penerima rangsang, seperti bau, rasa, raba dan panas. Pada dasarnya terdiri dari atas tiga ruas, ruas dasar dinamakan scape, ruas kedua dinamakan pedisel dan ruas  berikutnya secara keseluruhan dinamakan flegela. Bentuk antena pada capung adalah setaceus yaitu bentuknya seperti duri atau rambut kaku dan ruas-ruas menjadi lebih langsing ke arah ujung.
b)            Mata
Memiliki dua jenis mata, yaitu mata tunggal dan mata majemuk. Mata tunggal dinamakan osellus. Mata tunggal dapat dijumpai pada larva, nimfa maupun serangga dewasa. Mata majemuk dijumpai pada serangga dewasa dan biasanya berjumlah sepasang, dengan letak pada masing-masing sisi kepala dan posisinya sedikit menonjol ke luar, sehingga mata majemuk ini mampu menampang semua pandangan dari berbagai arah.
Mata majemuk yang besar memiliki mata lensa (faset) dua macam : yang terdapat pada permukaan paling atas berukuran kecil dan sangat tanggap terhadap gerakan, sedangkan yang dibawah lebih besar dan dipergunakan untuk menangkap bayangan. Mata memiliki fungsi utama jika serangga dewasa makan atau berhubungan dengan capung yang lain pada saat di udara. Mata majemuk dapat dikatakan menempati hampir seluruh permukaan kepala.
c)Mulut
Bagian-bagian alat mulut serangga secara umum terdiri atas ; sebuah labrum, sepasang mandible, sepasang maksila dan sebuah labium serta hifofaring. Alat mulut menggigit-mengunyah dicirikan oleh adanya mandible yang berfungsi untuk menggigit atau memotong bahan makanan dan bersama-sama dengan bagian lain digunakan untuk mengunyah makanan.
2.      Dada (toraks)
Toraks merupakan bagian (tagma) kedua dari tubuh serangga yang dihubungkan dengan kepala oleh semacam leher yang disebut serviks. Toraks terdiri atas tiga ruas (segmen) yaitu : protoraks, meotoraks, dan metatoraks.  Pada dasarnya tiap ruas toraks dapat dibagi menjadi tiga bagian. Bagian dorsal disebut tergum atau notum, bagian ventral disebut sternum dan bagian lateral disebut pleuron. Dan pada dada atau badan juga terdiri dari mesepimeron, metepimeron, mesepisternum, metepisternum, mesin fraepisternum, metinfraepisternum, dan sutura mesopleura.
a)      Sayap
Sayap merupakan tonjolan integumen dari bagian meso dan metatoraks. Tiap sayap tersusun atas permukaan atas dan bawah yang terbuat dari bahan kitin tipis. Sayap pada capung ini terletak pada mesotoraks dan metatoraks. Pada Odonata dibagian mesotoraks dan metatoraks masing-masing terdapat satu pasang sayap.
Pada sayap terdiri dari beberapa struktur yaitu : simpul anal, rangka sayap melintang antenodus, arkulus, rangka sayap kekang, nodus, stiga, dan bentuk dalam segitiga.
b)      Kaki atau tungkai
Tungkai serangga terdiri atas beberapa ruas (segmen). Ruas pertama disebut koksa (coxa), merupakan bagian yang melekat langsung pada toraks. Ruas kedua disebut trokhanter, berukuran lebih pendek daripada koksa dan sebagian bersatu dengan ruas ketiga. Ruas ketiga disebut femur, merupakan ruas yang terbesar. Selanjutnya, ruas keempat disebut tibia, biasanya lebih ramping tetapi kira-kira sama panjangnya dengan femur. Pada bagian tibia ini biasanya terdiri 1-5 ruas. Di ujung ruas terakhir tarsus terdapat pretarsus yang terdiri dari sepasang kuku tarsus. Kuku tarsus ini disebut claw. Di antara kuku tersebut struktur seperti bantalan yang disebut arolium.
Pada tiap-tiap ruas toraks terdapat satu pasang tungkai, serta terdapat kaki-kaki yang berjumlah 3 pasang yang masing-masing setiap pasangnya mempunyai letak yang berbeda. Pada kaki pertama terletak pada bagian dorsalnya di sebut pronotum dan vebtraknya disebut prosternum, pada kaki kedua terletak pada bagian dorsalnya disebut mesonotum dan ventralnya disebut mesoternum, dan pada kaki ketiga terletak pada bagian dorsalnya disebut metanotumdan venralnya disebut metosternum.
3.      Perut (abdomen)
Sebagian besar ruas abdomen tampak jelas terbagi menjadi tergum (bagian atas) dan sternum (bagian bawa), sedangkan pleuron (bagian tengah) tidak tampak, sebab sebagian besar bersatu dengan tergum. Pada abdomen betina terdapat 10 ruas tergum dan 8 ruas sternum, sedangkan pada jantan terdapat 10 ruas tergum dan 9 ruas sternum. Pada serangga betina embelan-embelan termodifikasi pada ruas abdomen kedelapan dan kesembilan membentuk ovopositor (alat peletakan telur) dimana terdiri atas dua pasang katup yang dinamakan valvifer dan selanjutnya menyandang valvulae (sepasang pada ruas kedelapan dan dua pasang pada ruas kesembilan). Alat kopulasi pada serangga jantan biasanya terdapat pada ruas abdomen kesembilan .
4
Gambar 1I b. Ciri-ciri struktur Odonata. A, Pandangan lateral Sympetrum internum Montgomery, Jantan ; B, Pandangan lateral abdomen S.Internum, betina ; C, Ruas abdomen ujung Enallagma hageni (Walsh), Pandangan lateral jantan ; D, sama, pandangan dorsal ; E, ruas-ruas abdomen F. Hageni, betina, pandangn lateral ; ant, sungut ; clp, klipeus ; cr, sersi atau embelan-embelan superior ; cx, koksa ; e, mata majemuk ; epm2, mesepimerori ; epm3, metepimeron ; eps2, mesepisternum ; eps3, metepisternun ; pt, epirok atau embelan bawah ; fm, femur ; fr frons ; gen, alat kopulasi jantan ; iap, embelan bagian dalam (paraprok) ; iep2, mesin fraepisternum ; iep3, metinfraepisternum ; lbm, labium ; lbr, labrum ; md, manibel ; n1, pronotum ; oc, osellus ; ovp, ovipositor ; pg, postgena ; pls2, sutura mesopleura (atau sutura humerus) ; ppt, paraprok ; sap, embelan atas (serkus) ; spr, spirakel ; stn, sternum ; tb, tibia ; tcl, kuku tarsus ; tr trockhanter ; ts, tarsus ; ver, verteks ; 1-10, ruas-ruas perut.

Mata majemuk yang besar yang terdapat pada permukaan paling atas berukuran kecil dan sangat tanggap terhadap gerakan, sedangkan yang dibawah lebih besar dan dipergunakan untuk menangkap bayangan. Mata memiliki fungsi utama jika serangga dewasa makan atau berhubungan dengan capung yang lain pada saat di udara. Mata majemuk dapat dikatakan menempati hampir seluruh permukaan kepala. Tempat kepala dikaitkan pada dada, ditumbuhi jumbai-jumbai bulu kejur halus yang berfungsi sebagai alat indra penjajag daya tarik bumi, agar ada keseimbangan pada saat terbang. Dada yang sangat landai menyimpan otot-otot terbang yang kokoh, tungkai terarah ke depan sehingga mudah menangkap mangsa dengan mencengkeramnya dibagian sayap.


Gambar II c. Mata Capung Yang Besar
 (sumber: http://www.kaskus.us,  diakses April 2011)
 














Odonata yang ada sekarang ini bervariasi panjangnya dari kira-kira 20 sampai lebih dari 135 mm. Capung terbesar yang di kenal dan hidup kira-kira 250 juta tahun yang lalu dan hanya dikenal dari fosil-fosil, memiliki satu bentangan sayap kira-kira 71 cm (28inci). Capung yang terbesar di Amerika Serikat kira-kira 85 mm panjangnya, walaupun mereka kelihatan seringkali lebih besar bila terlihat terbang.
Dua jenis kelamin pada subordo Anisoptera biasanya serupa warnya, namum warna-warna dari yang jantan biasanya lebih terang. Pada beberapa Libellulidae dua jenis kelamin berbeda dalam pola warna sayapnya. Pada kebanykan Zygoptera, dua jenis kelamin sangat berbeda warnya, dan yang jantan biasanya lebih cemerlang warnanya. Pada kebanyakan Coenagrionidae dua jenis kelamin mempunyai pola warna yang berbeda. Pada beberapa capung-jarum memiliki dua atau lebih fase warna yang berbeda pada yang betina. Misalnya kebanyakan betina dari Ischnura verticalis (Say) mempunyai pola warna yang berbeda dari yang jantan baik berwarna oranye atau hitam (yang baru saja muncul) atau agak seragam kebiru-biruan (individu yang lebih tua), tetapi beberapa betina memiliki pola warna yang serupa dengan yang jantan.
Capung dan capung-jarum adalah aneh di antara serangga-serangga karena memiliki organ-organ kopulasi pada jantan terletak di ujung anterior abdomen, pada sisi ventral ruas abdomen yang kedua. Alat kelamin jantan dari serangga-serangga lain terletak di ujung posterior abdomen.

1 komentar: