This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 26 Juni 2015

Mengemis dijadikan mata pencaharian



 APAKAH MEMBERI DENGAN DALIH KEMANUSIAAN MASIH BERLAKU ?

Beberapa waktu yang lalu, Program Studi kami mengadakan buka puasa bersama. Naah di salah satu bagian dari acaranya ada ceramah yang disampaikan oleh seorang Ustadz. Salah satu yang beliau sampaikan intinya adalah jangan sungkan- sungkan untuk saling memberi terutama bagi mereka yang meminta-minta bahkan kelaparan. Kata beliau kita umumnya dengan mudah berkata “Lalui ciiil.”  atau “Lalui pamaaan” atau “Lalui Kai.” Atau “Lalui niii” agar beliau- beliau ini segera berlalu dan tidak meminta uang lagi kepada kita. Kita bisa berkata begitu karena kita tidak pernah merasakan sakitnya kelaparan. Begitulah kira-kira apa yang saya tangkap.
Jujur saja secara pribadi saya tidak setuju. Mengapa ? Karena pada saat ini susah sekali membedakan yang mana peminta-peminta asli dengan peminta-minta KW. Bagaimana jika anda mengetahui bahwa meminta-minta saat ini bukan lagi sebagai jalan terakhir yang dipilih umat manusia, tetapi meminta-minta merupakan suatu pekerjaan ? Saat ini sudah marak terjadi. Bagaimana ?
Saya menulis begini bukan berarti mengajak teman-teman untuk tidak saling berbagi. Tidak sama sekali. Hanya saja saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat dari sudut pandang yang lain.
Saya pernah menemui peminta-minta yang masih memiliki fisik yang kuat, masih memiliki fisik yang sempurna. Bagaimana bisa mereka meminta- minta bahkan berdandan compang- camping agar dibelas kasihani ? Sungguh saya sangat geram melihat hal tersebut.
Mungkin sebagian dari anda akan berfikir “ Yaiyalah Monic kan ga pernah hidup susah, makanya berfikir kaya gitu.” Waaah jangan salah. Justru karena keluarga kami dulu pernah miskin, pernah hidup susah, pernah berjuang untuk hidup dari nol yang menjadikan saya geram. Jadi saya pribadi gedeg melihat mereka-mereka yang terlena karena dengan mudahnya mendapatkan uang dari meminta-minta.

Apakah kita akan terus membiarkan mereka bermanja-manja minim usaha untuk bertahan hidup dan terus membohongi orang lain bahkan diri sendiri ?
Apakah kita akan terus mendorong mereka memotivasi mereka agar mereka selalu malas ? Apakah kita akan terus memberi mereka uang dan membiarkan mereka selalu bergantung pada orang lain ?
Tidak bukan.

Coba lihat.
Di luar sana masih banyak umat manusia yang menjaga dirinya dari meminta-minta. Padahal fisik mereka lebih lemah. Fisik mereka kurang sempurna. Mereka melakukan apa saja yang penting halal agar dapat bertahan hidup. Padahal mereka tau usaha yang mereka lakukan dari berjualan sesuatu atau jasa jauh lebih sedikit dibandingkan dengan hasil meminta-minta.

Saran saya sebaiknya belilah benda-benda yang mereka jual meskipun kita tidak memerlukan benda tersebut dan jika kita memiliki uang lebih berilah mereka lebih banyak dari apa yang seharusnya mereka dapatkan. Karena sesungguhnya mereka menjaga diri mereka dari hal meminta- minta.
Terimakasih


Senin, 23 Februari 2015

Hubungan Media dan Komunikasi dalam Teori Pendidikan



Hubungan antara Media dan Komunikasi dalam Teori Pendidikan
Dalam teori pendidikan, kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada pembelajar, untuk itu hubungan antara media dan komunikasi dalam teori pendidikan adalah media berfungsi membantu mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses belajar mengajar.  Misalnya, tidak tercapainya tujuan pembelajaran, perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan daya ingat, cacat tubuh, atau hambatan jarak geografis, jarak waktu dan lain-lain.
Media komunikasi adalah suatu media atau alat bantu yang digunakan oleh suatu organisasi guna tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja dengan hasil yang maksimal. Sedangkan media pendidikan adalah alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah (Hamalik. 1982).
Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi, seorang pengajar dapat mengatasi sikap pasif pembelajar. Maka fungsi media pendidikan adalah untuk:
  1. Menimbulkan kegairahan belajar bagi pembelajar
  2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara pembelajar dengan lingkungan kenyataan, dan
  3. Memungkinkan pembelajar dapat belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
Secara umum kegunaan media pendidikan dalam proses pembelajaran seperti yang dikutip oleh Sanaky (2011: 15), sebagai berikut:
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti:
1)    Obyek yang terlalu besar, dapat digantiakn dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
2)    Obyek yang kecil-kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.
3)    Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau highspeed phtography.
4)    Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu, dapat ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, DVC, film bingkai, foto, maupun secara verbal.
5)    Objek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.
6)    Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.

Peran Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar
            Peran komunikasi dalam proses belajar mengajar adalah agar siswa dapat mengerti dan memahami materi pembelajaran serta dapat menimbulkan umpan balik yang positif  sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
Komunikasi yang tidak efektif merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan lemahnya sistem komunikasi antara pendidik dan peserta didik sehingga tidak tercapainya interaksi belajar mengajar yang efektif. Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini sangat tergantung dari kedua belah pihak. Akan tetapi karena pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan efektif terletak pada tangan pengajar. Keberhasilan pengajar dalam mengemban tanggung jawab tersebut dipengaruhi oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini. Untuk itulah guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar.
Pendidik perlu menyadari akan hal ini, yaitu bahwa di dalam melaksanakan kegiatan belajar dan pembelajaran, sebenarnya dia sedang melaksanakan kegiatan komunikasi. Yaitu :
1.    Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi pelajaran yang terdapat dalam kurikulum.
2.    penerima pesan adalah pembelajar
3.    Dalam pembelajaran dapat menggunakan alat-alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran
Oleh karena itu, guru perlu selalu memilih dan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan pengalaman murid-muridnya, agar dapat dimengerti dengan baik oleh mereka, sehingga pesan pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik.


Daftar Pustaka :





Konsep- Konsep Pendidik




PERBANDINGAN KONSEP-KONSEP PENDIDIK/ GURU

Pengertian
Salah satu unsur penting dari proses kependidikan adalah pendidik. Pendidik adalah seseorang yang melakukan kegiatan dan memberikan pengetahuan, ketrampilan, pendidikan, pengalaman, dan sebagainya. Orang yang melakukan kegiatan ini bisa siapa saja dan dimana saja. Di rumah, orang yang melakukan tugas tersebut adalah kedua orang tua, karena secara moral dan teologis merekalah yang diserahi tanggungjawab mendidik anaknya. Selanjutnya di sekolah tugas tersebut dilakukan oleh guru, dan di masyarakat dilakukan oleh organisasi – organisasi kependidikan dan sebagainya. Atas dasar ini, maka yang termasuk dalam pendidikan itu bisa kedua orang tua, guru, tokoh masyarakat dan sebagainya.
Istilah pendidik dalam beberapa literatur kependidikan sering diwakili oleh istilah guru. Dibawah ini merupakan definisi dari Guru.
Menurut Noor Jamaluddin (1978: 1) Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.
Menurut Ngalim Purwanto bahwa guru ialah orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau kepandaian kepada seseorang atau sekelompok orang.
Ahmad Tafsir mengemukakan pendapat bahwa guru ialah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psikomotorik.·
Sedangkan menurut Hadari Nawawi bahwa pengertian guru dapat dilihat dari dua sisal. Pertama secara sempit, guru adalah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas, yakni orang yang kerjanya mengajar dan memberikan pelajaran di kelas. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing.·

Tugas Pendidik/Guru
Secara umum tugas seorang pendidik adalah mendidik. Dalam operasionalnya, mendidik merupakan rangkaian proses mengajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum memberi contoh, membiasakan dan lain sebagainya. Batasan ini memberikan arti bahwa tugas pendidik bukan hanya sekedar mengajar sebagaimana pendapat kebanyakan orang. Disamping itu pendidik juga bertugas sebagai motifator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar, sehingga seluruh potensi peserta didik dapat teraktualisasi secara baik dan dinamis.
Dalam pendidikan, guru mempunyai tiga tugas pokok yang dapat dilaksanakan, yaitu sebagai berikut:
1) Tugas Professional
Tugas  profesional  ialah  tugas  yang  berhubungan dengan profesinya. Tugas profesional ini meliputi tugas mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan.
2) Tugas Manusiawi
Tugas manusiawi adalah tugas sebagai manusia. Dalam hal ini baik guru mata pelajaran IPA-Biologi maupun guru mata pelajaran lainnya bertugas mewujudkan dirinya untuk merealisasikan seluruh potensi yang dimilikinya. Guru di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpatik sehingga ia menjadi idola siswa. Di samping itu transformasi diri terhadap kenyataan di kelas atau di masyarakat perlu dibiasakan, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat mengerti bila menghadapi guru.

3) Tugas Kemasyarakatan
Tugas kemasyarakatan ialah guru sebagai anggota masyarakat dan warga negara seharusnya berfungsi sebagai pencipta masa depan dan penggerak kemampuan. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor penentu yang tidak mungkin dapat digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu terlebih-lebih pada masa kini.

Di samping ketiga tugas pokok Guru tersebut di atas, menurut Muhtar (1992), guru juga berperan sebagai:
a)  Fasilitator Perkembangan Siswa
Kemampuan dan potensi yang dimiliki siswa tidak mungkin dapat berkembang dengan baik apabila tidak mendapat rangsangan dari lingkungannya. Dalam suasana sekolah, guru diharapkan dengan siswa secara individual telah mempunyai kemampuan dan potensi itu. Dengan kata lain mempunyai peranan sebagai fasilitator dalam mengantarkan siswa ke arah hasil pendidikan yang tinggi mutunya.
b)  Agen pembaharuan
Kehidupan manusia merupakan serangkaian perubahan-perubahan yang nyata. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini mengalami kepesatan yang melangit. Dalam hal ini, guru dituntut untuk tanggap terhadap perubahan dan dituntut untuk bertugas sebagai agen pembaharuan dan mampu menularkan kreatifitas dan kesiapan mental siswa.
c) Pengelola kegiatan proses belajar mengajar
Guru dalam hal ini bertugas mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu dalam menyajikan materi pelajarannya. Guru berperan dan bertugas sebagai pengelola proses belajar mengajar.
d)  Pengganti orang tua di sekolah
Guru dalam hal ini harus dapat menggantikan orang tua siswa apabila siswa sedang berada di sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengganti orang tua, guru-guru harus mampu menghayati hubungan kasih sayang seorang bapak atau seorang ibu terhadap anaknya. Oleh karena itu, guru mampu mengenal suasana siswa di rumah atau dalam keluarganya.

Guru tidak hanya menyampaikan materi pengetahuan tertentu, tetapi ikut aktif serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Dari sini, kita bisa pahami bahwa kedudukan seorang guru sangat penting dalam proses pendidikan karena dia bertanggungjawab dan menentukan arah pendidikan dalam rangka mencetak generasi bangsa yang unggul disegala bidang.

Daftar Pustaka :
Basuki dan Miftahul Ulum. 2007. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Ponorogo : Stain Po Pres. Cet. I.


http://definisimu.blogspot.com/2012/09/definisi-guru.html Diakses pada tanggal 19 Februari 2015




Muhtar. 1992. Pedoman Bimbingan Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PGK & PTK Dep.Dikbud.
Samsul, Nizar. 2002. Filsafat Pendidikan Islam (Pendekatan Historis, Teoritis, dan Praktis). Jakarta : Ciputat Pres. Cet.I.